nst.riski

Akhir November

Bersinar bulan datang padaku.
Becerminkan embun dalam tidurnya.
Malam-malam lelapkanlah aku, dari teriknya senja.

Lama tak kudengar suara hati.
Lama tak kudengar suara benci.
Hingga pagi datang tak mungkin lagi.
Hari-hari yang akan menjadi saksi.

Biarkanlah sinar bulan merasukiku.
Tak mungkin tuk terus berjalan.
Biarkanlah hancurnya jiwa yang telah mati.
Hari akhir yang menjadi saksi.

Kita Tak Berarti

Kita hanya sebutir pasir dihamparan padang pasir yang luas. 
Atau hanya sebiji padi yang terbuang.
Tak perlu menatap langit!
Tak perlu berharap banyak!
Tuhan tak bandingkan siapa kita, hanya menguji.
Bagi yang kalah, berarti api.
Namun maukah bersama ratusan jiwa yang lahir dirahim yang salah mengakui dosa-dosanya?
Atau bahkan yang lahir tanpa tahu tuhan itu ada, bertanggung jawab atas yang tidak ia lakukan?
Apa yang itu dimaksudkan sebagai adil?
Berhentilah munafik!
Kita hanyalah sebutir pasir di padang pasir yang luas.

Kita Berdosa

Kuasa itu menggiurkan.
Dimana hal yang haram pun kumiliki.
Tanpa batasan waktu, aku inginkan.
Seperti selamanya kita hidup abadi, dalam nafsu manusia.
Menguntungkan namun juga merugikan.
Tak perlu gantungkan dilangit anganmu, kita punya semuanya disini.
Dimana kita bersama, menikmati rasa cemburu, duka, dan dusta.
Menyenangkan.
Tak perlu bersedih, karena kita tak perlu lagi merasa, terpenuhi hasrat oleh nafsu.
Itu sudah biasa.
Pegang aku, kita bahagia.
Hadapi langit lalu pejamkan mata!
Kita hidup bukan untuk hanya bersahaja.
Kita hidup untuk berhenti munafik, menerima apa adanya, dan menjalani yang seharusnya.
Lepaskan beban!
Nikmati apa yang ada!